Di penghujung minggu dan di akhir bulan Maret 2009, sebuah tragedi yang sangat memilukan terjadi di Tangerang.. Sebuah Situ dengan nama Situ Gintung yang tanggul nya sudah tidak mampu menahan beban air yang mungkin sudah sangat berat, tiba2 jebol pada Jum’at dini hari.. Pada saat orang2 masih terlelap dalam mimpi nya masing2, dan tidak menyadari sebuah bencana sedang mengancam keselamatan mereka…
Akibat nya, banyak diantara mereka yang tidak sempat menyelamatkan diri. Sehingga puluhan nyawa melayang, puluhan lainya hilang entah dimana, dan ratusan orang luka – luka…
Tetapi tidak hanya itu saja, selain mereka kehilangan sanak saudara, anak, istri, suami, banyak diantara mereka yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda lain nya..
Bisa di bayangkan suasana di pagi buta itu, setiap orang pasti panik dan berusaha menyelamatkan diri masing2 dan keluarga nya.. Mereka tidak lagi peduli dengan harta benda, dan juga tidak peduli lagi dengan keselamatan orang lain.. Karena yang ada di benak mereka pasti nya bagaimana mereka bisa melarikan diri dari bahaya itu.. Suatu hal yang amat sangat bisa di maklumi dalam kondisi yang seperti itu..
Yang menjadi pertanyaan saya adalah kenapa hal ini bisa terjadi ? Apakah tidak ada tanda2 sebelum nya bahwa peristiwa ini akan terjadi ? Atau mungkin tanggul tersebut tidak pernah di periksa selama puluhan tahun oleh pihak yang seharus nya berwenang ? Atau mungkin karena tingkah laku penghuni2 di sekitar situ yang kurang menjaga lingkungan nya ??
Tetapi menurut saya, dalam keadaan seperti ini tidak lah bijak jika saling menyalahkan atau saling menunjuk siapa yang harus bertanggung jawab. Yang sebaik nya di lakukan adalah membantu para korban, baik dari segi moril maupun materiil. Karena bagaimanapun mereka pasti shock menghadapi musibah yang begitu tiba- tiba..
Dan peristiwa Situ Gintung itu mengingatkan kita pada peristiwa Tsunami Aceh tahun 2004 silam. Kejadian nya nyaris sama , dan waktu nya pun juga sama yaitu pagi2 buta.. Mungkin memang Tuhan menegur kita dengan cara-Nya. Baik itu melalui musibah, kesenangan, dll. Tuhan mau supaya kita lebih bersyukur dan lebih menjaga lingkungan sekitar kita yang selama ini sudah memberikan banyak manfaat buat umat..
Saya hanya bisa mengucapkan ikut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa saudara2 kita di Situ Gintung. Tidak banyak yang bisa saya lakukan buat mereka, tetapi mudah2 an bantuan dari teman2, saudara2 kita yang peduli akan musibah ini, benar2 di salurkan dengan baik.. Sehingga akan sedikit meringankan beban mereka.
Dan mudah2 an pemerintah pusat maupun pemerintah daerah segera bertindak utk memperbaiki tanggul & membantu keluarga2 yang kehilangan tempat tinggal nya. Bagaimanapun juga, kita sebagai manusia tidak akan pernah tahu, kapan musibah menimpa kita.
Dan semoga saja ini bisa di jadikan pelajaran buat kita semua, untuk dapat menjaga alam dan lingkungan. Memnafaatkan alam dengan sebaik2 nya, dan tidak merusak nya.
Buat saudara2 ku di SItu Gintung, mudah2 an kalian tabah menghadapi semua ini. Dan tetap selalu bersyukur dalam keadaan apa pun. Karena Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan melebihi kekuatan umat Nya.
Kami semua berdoa untuk kalian. Badai pasti berlalu……