‘Idola Ciliiiiiik…
Idola semua Idola….
Mari warnai dunia….
Kau dan aku bersama…..’
Beberapa bulan terakhir syair lagu itu selalu menemani hari libur ku di hari Sabtu dan Minggu.. Sebener nya aku ngga terlalu suka melihat acara kontes2 yang memakai penilaian dengan cara polling SMS seperti itu, karena penilaian nya engga obyektif lagi. Tetapi karena ngga ada acara televisi lain yang lebih menarik, yah akhir nya ku lihat lah acara itu..
Tapi kok lama2 malah jadi ketagihan
.. Apalagi aku ngikutin dari mulai audisi sampai konser nya. Dari mulai perjuangan anak2 itu bernyanyi di hadapan Mama Ira, kak Winda, dan Om Duta, sampai akhir nya mereka mendapatkan ‘bintang’ menuju konser Idola Cilik 2.. Sungguh perjuangan yang melelahkan, ngga saja buat peserta tetapi juga buat orang tua / wali nya masing2..
Kalau saya perhatikan di Idola Cilik 2 ini, sebagian besar dari mereka datang dari keluarga yang ‘kurang beruntung’. Apakah ini salah satu dampak dari kemenangan KIKI – Idola Cilik 1 – yang juga berasal dari keluarga yang kurang beruntung dan di tambah lagi ayah nya yang cacat karena kecelakaan ???…
Sebab hal ini seperti nya terjadi untuk yang kedua kali nya di Idola Cilik 2, karena kebetulan saya mengikuti dari awal sehingga saya tahu latar belakang dari peserta2 itu.. Ada diantara mereka yang orang tua nya buruh tani, pembantu rumah tangga, bahkan sampai TKW di Luar Negeri.. Tetapi hal yang sangat saya sayangkan adalah, kenapa yang di expose oleh RCTI adalah keadaan / kondisi orang tua mereka tersebut. Bukan nya prestasi si peserta nya ??
Kalau menurut saya, seharus nya bagaimanapun atau apapun keadaan keluarga peserta, apa pekerjaan orang tua nya, engga terlalu penting untuk di publikasikan. Yang perlu untuk di perlihatkan ke publik adalah bagaimana perjuangan si anak dari mengikuti Audisi sampai mendapatkan kesempatan untuk konser di panggung Idola Cilik, bagaimana prestasi mereka di sekolah, dan hal2 lain yang berhubungan dengan kegiatan atau prestasi si peserta.
Seperti yang terjadi di Idola Cilik 2 kemarin, peserta yang bernama Debo, yang ibunya seorang TKW di Arab Saudi.. Kalau di lihat dari segi kemampuan ber nyanyi dan aksi panggung, dia masih di bawah teman2 nya ( Patton dan Obiet ). Saya cukup terhenyak waktu Obiet tergeser dari kontes itu, karena perolehan SMS yang lebih sedikit di bandingkan Debo, Patton, dan Rahmi.. Padahal kalau boleh jujur, kemampuan Obiet lebih unggul di bandingkan teman2 nya itu.. Tetapi apa boleh di kata, SMS memegang peranan penting dalam hal ini.
Sehingga pada akhir nya di Grand Final, yang ‘bertanding’ adalah Patton dan Debo ( duel yang kurang seimbang menurut saya ). Karena Patton jauh lebih ‘menguasai’ di bandingkan Debo. Tetapi untuk kesekian kali nya saya di buat ‘terhenyak’ ketika di Rapor Idola Cilik 2 yang ke luar sebagai pemenang nya adalah …. Debo..
Sungguh di luar dugaan.. Karena dari sisi performance, kemampuan vokal, Patton jauuuuuh berada di atas Debo.. Tetapi lagi2 SMS lah yang memegang peranan penting ( terlepas dari apakah ini memang sudah di set oleh RCTI ??)..
Polling SMS memang kadang2 tidak bisa di prediksi,, seseorang yang sebenar nya punya bakat dan layak jadi juara, harus terkalahkan hanya karena dia memperoleh SMS yang sedikit dari pemirsa televisi. Tetapi saya salut sama Patton.. Meskipun dia bukan lah Juara Idola Cilik 2, buat saya Patton lah juara yang sesungguh nya..
Terus lah berjuang dan berkarya Patton, karena bakat yang sesungguh nya tidak akan pernah bisa di kalahkan oleh SMS yang hanya akan tenar sesaat.. Mungkin kamu memang tidak jadi pemenang di pentas Idola cilik 2, tetapi hal ini bisa kamu jadikan pelajaran untuk menjadi pemenang yang sesunguh nya di blantika Musik Indonesia..
Selamat Patton,, tetaplah menjadi kebanggan keluarga dan teman2 ..